Kamis, 01 Desember 2011

Contoh Pendahuluan Skripsi

PENDAHULUAN
Nangka merupakan salah satu hasil tanaman hortikultura yang baik dikonsumsi dalam bentuk segar maupun untuk produk olahan. Penanganan buah nangka baik dalam bentuk segar maupun produk olahan akan menghasilkan limbah padat yang cukup banyak, baik berupa kulit, biji maupun jerami nangka. Limbah-limbah padat tersebut apabila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan.
Pada satu buah nangka utuh hanya 46,69% yang telah dimanfaatkan yaitu daging buah nangka dan bijinya, selebihnya 50,31% merupakan limbah yang hingga saat ini pemanfaatannya belum maksimal. Diantara limbah nangka yang jumlahnya cukup besar adalah jerami nangka yaitu 18,9% dari berat buah nangka utuh (Widyastuti, 1993).
Menurut data Badan Penanaman Modal Jawa Timur produksi rata-rata buah nangka di Jatim adalah 176.071 ton/th (Anonymous, 2005). Pada tahun 2003-2004 produksi buah nangka di Malang saja mencapai 13.490 ton (Anonymous, 2004). Apabila data-data tersebut dihubungkan dengan persentase jerami nangka dalam satu buah utuh nangka, yaitu 18,9%, maka data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan jerami nangka cukup banyak, yaitu 2.550 ton/th  sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku industri.
Salah satu alternatif pemanfaatan jerami nangka adalah dengan pembuatan dodol jerami nangka. Hal ini dikarenakan pada jerami buah nangka yang matang masih banyak mengandung zat-zat yang sama dengan daging buah nangka matang seperti karbohidrat, serat kasar, dan gula sehingga masih bisa digunakan untuk pembuatan dodol jerami nangka yang mempunyai cita rasa buah nangka.
Dodol merupakan salah satu makanan semi basah yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya produk dodol di pasaran dengan beragam aroma dan rasa. Menurut Satiawihardja (1994), dodol yang berkualitas baik adalah dodol dengan tekstur yang tidak terlalu lembek, bagian luar mengkilap akibat adanya pelapisan gula atau glazing, rasa yang khas dan jika mengandung minyak tidak terasa tengik akibat adanya kerja enzim lipase yang tahan terhadap panas.
Salah satu masalah yang seringkali muncul pada pembuatan dodol adalah bahwa seringkali terbentuk tekstur permukaan yang kering dan keras sehingga dodol menjadi tidak enak untuk dikonsumsi. Hal tersebut dapat dihindari salah satunya adalah dengan penambahan gliserin. Gliserin merupakan salah satu jenis humektan yang biasa ditambahkan dalam pembuatan produk makanan. Humektan cair seperti gliserol dan propilen glikol sangat banyak digunakan dalam pembuatan bahan pangan setengah basah (Purnomo, 1995). Humektan ini memiliki kemampuan mengikat air yang cukup besar dibandingkan jenis yang lain serta dapat berfungsi sebagai plasticizer (Tranggono, 1990). Atas dasar hal tersebut maka dengan penambahan konsentrasi gliserin yang optimal, diharapkan dapat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar